Oh No, You’re Not Going Anywhere! Stay Right Here in the Pit With Us!

 



Ringkasan

Crab mentality menurunkan motivasi dan keterlibatan dalam kelompok kerja (studi di sektor kesehatan).

Kepribadian kompetitif dan rendahnya harga diri meningkatkan risiko munculnya CBS; self-esteem tinggi bersifat protektif.

Budaya institusi (bagaimana kampus atau departemen mengatur penghargaan, hierarki, dan hubungan) dapat memperkuat atau meredam perilaku saling menjatuhkan.


Belakangan ini muncul berita berjudul “Lapangan Kerja Menipis, Waspada Crab Mentality” (Metro TV, 2025), dan bukan tanpa alasan. Ketika peluang kerja sempit, persaingan jadi kencang; salah satu efek psikologis yang sering muncul adalah crab mentality atau crab barrel syndrome (CBS): sikap di mana orang merasa nggak nyaman melihat orang lain lebih sukses, bahkan kadang berharap si “lebih sukses” itu gagal supaya posisi diri terasa aman. Istilah ini sendiri pertama kali dipopulerkan oleh Ninotchka Rosca, penulis dan aktivis dari Filipina. (Beberapa studi lain juga mengulas fenomena ini, dari penelitian ke lingkungan kerja kesehatan sampai kajian kepribadian dan budaya organisasi).

Apa itu crab mentality, gampangnya?
Bayangkan sekawanan kepiting dalam ember: kalau satu kepiting mulai merayap naik, kepiting lain ‘menariknya’ kembali ke bawah. Dalam kehidupan nyata, crab mentality adalah kecenderungan untuk mencegah atau meremehkan keberhasilan orang lain sehingga posisi kita relatif aman. Kadang bentuknya halus (komentar sinis, ogah bantu teman berprestasi) kadang langsung, seperti menjegal kesempatan.

Kenapa ini muncul? (Sedikit teori dari Festinger)
Teori social comparison (Festinger, 1954) menjelaskan bahwa manusia sering menilai dirinya lewat perbandingan ke orang lain. Perbandingan ke atas (melihat yang lebih baik) dapat mengancam harga diri; hasilnya muncul reaksi defensif (meremehkan, menjauh, atau bahkan ingin menjatuhkan). Sementara itu, perbandingan ke bawah membuat seseorang merasa lebih aman tentang dirinya sendiri.

Beberapa penelitian mengenai crab mentality
Di lingkungan kerja kesehatan, crab mentality berkaitan dengan turunnya motivasi, kualitas komunikasi, dan keterlibatan kerja; penyebabnya termasuk kecemburuan, rasa ketidakadilan, dan struktur organisasi yang kurang mendukung (Aydın & Oğuzhan, 2019).
Sifat kepribadian juga berperan: individu yang cenderung kompetitif dan ambisius lebih rentan menunjukkan crab mentality dibanding individu yang santai; sementara tingkat self-esteem yang tinggi bisa menahan kecenderungan iri ini, kombinasi kepribadian dan proses perbandingan sosial menjelaskan sebagian dari alasan munculnya perilaku ini (Uzum et al., 2022).
Selain, itu budaya organisasi ikut berpengaruh: jenis kultur (kekeluargaan, pasar, hierarki) memengaruhi cara orang merespons keberhasilan kolega; dengan kebijakan dan iklim yang tepat, kecenderungan saling menjatuhkan bisa dikurangi (Karakılıç, 2025).

Kok masalah ini penting di kampus?
Mahasiswa hidup di lingkungan yang sering menilai nilai tugas, IPK, prestasi organisasi, pengalaman magang semua mudah jadi tolok ukur perbandingan. Dalam suasana yang terlalu kompetitif dan ada rasa ketidakpastian soal masa depan (mis. lapangan kerja sempit), reaksi terhadap upward comparison (melihat teman lebih unggul) bisa memicu perilaku tidak suportif: enggan berbagi, komentar merendahkan, atau sengaja menutup peluang. Dampaknya bukan hanya personal: iklim belajar jadi dingin, kerja tim menurun, dan solidaritas kampus terkikis.

Rekomendasi untuk kampus
berikut ini adalah rekomendasi yang penulis berikan:

Desain penilaian dan tugas yang mendorong kolaborasi, bukan hanya kompetisi individual, mis. proyek kelompok dengan penilaian kontribusi jelas.
Terapkan kebijakan penilaian yang transparan dan berbasis merit supaya persepsi ketidakadilan berkurang.
Sediakan program penguatan harga diri: workshop keterampilan sosial, mentoring sebaya, dan konseling.
Latih dosen dan staf untuk mengenali dan menangani perilaku merusak (pelatihan komunikasi, etika akademik).
Perkuat layanan karir (magang, kerjasama industri, pelatihan skill) untuk mengurangi tekanan struktural yang mendorong kompetisi berlebihan.
Promosikan narasi bahwa keberhasilan individu adalah keuntungan bersama lewat penghargaan tim, cerita sukses kolektif, dan kegiatan kolaboratif.


REFERENSI

Aydın, G. Z., & Oğuzhan, G. (2019). The “crabs in a bucket” mentality in healthcare personnel: A phenomenological study. Hitit University Journal of Social Sciences Institute, 12(2), 618–630. https://doi.org/10.17218/hititsosbil.628375

Baron, R. A., & Branscombe, N. R. (2012). Social psychology (13th ed., pp. 127–131). Pearson.

Festinger, L. (1954). A theory of social comparison processes. Human Relations, 7, 117–140. https://doi.org/10.1177/001872675400700202

Karakılıç, H. (2025). The relationship between organizational culture and crab mentality in universities: The moderator role of control variables. Yükseköğretim Dergisi / Journal of Higher Education, 15(1), 1–19. https://doi.org/10.53478/yuksekogretim.1426548

Socorro, K. J. (2020). What is crab mentality?. The Seaf. https://thesheaf.com/2020/01/30/what-is-crab-mentality/

Üzüm, B., & Özdemir, Y. (2020). Yengeç Sendromu “Ben Yapamazsam Sen De Yapamazsin”: Ölçek Geliştirme Çalişmasi Crab Syndrome “If I Can’t Do It, You Can’t Do It”: Scale Development Study. Journal of Organizational Behavior Research, 5(2), 241-252. https://doi.org/10.51847/z7uULEI7mP

Uzum, B., Ozdemir, Y., Kose, S., Ozkan, O. S., & Seneldir, O. (2022). Crab barrel syndrome: Looking through the lens of type A and type B personality theory and social comparison process. Frontiers in Psychology, 13, 792137. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.792137

Posting Komentar

0 Komentar