Mari kita melihat data yang dirilis oleh PBB dalam laporan emission gap report 2021 . Laporan ini menunjukkan bahwa dengan tren saat ini, diproyeksikan negara-negara G20 tidak dapat mencapai NDC yang ditetapkan. Bukan hanya proyeksi kegagalan untuk mencapai target, beberapa negara, seperti Arab Saudi, India dan Turki, bahkan belum memberikan target NDC mereka. Kegagalan untuk mencapai target emisi ini ditunjukkan dari tahun ke tahun. Dari NDC ke NDC kegagalan yang sama selalu menunjukkan batang hidungnya. Masa depan alam dan manusia tidak terlihat terlalu cerah jika berkaca dari fakta demikian.
Selain itu, data dari laporan tahunan climate transparency juga senada. Negara-negara G20 belum bisa menjaga janji mereka. NDC yang ditetapkan seringkalk tidak sejalan dengan kebijakan yang diambil. Bak berkata ingin menjelajah gunung tetapi malah terjun ke jurang, terdapat gap antara janji yang diberikan dengan proyeksi masa depan yang ada.
IPCC atau Intergovernmental Panel on Climate Change baru-baru ini juga telah mengeluarkan “kode merah” untuk umat manusia. Ancaman perubahan iklim telah semakin dekat. Emisi gas rumah kaca yang tak kunjung menurun semakin meningkatkan suhu bumi. Batas 1,5°C telah semakin dekat —dalam makna paling harfiah: gas rumah kaca sedang mencekik bumi dan semua yang ada didalamnya.
Ketidakseriusan dalam menghadapi krisis ini dapat berdampak pada keberlangsungan hidup manusia di muka bumi. Peningkatan suhu bumi akan memengaruhi seluruh aspek kehidupan kita. Peningkatan suhu berarti musim kemarau yang lebih panas dan kekeringan yang lebih panjang. Perubahan iklim berarti badai yang lebih ganas dan lebih banyak rumah yang akan hancur. Perubahan iklim berarti kegagalan panen yang lebih masif dan kelaparan yang semakin meningkat.
Kita perlu memahami bahwa perubahan iklim akan merubah cara kita hidup. Perubahan iklim akan memperumit hidup setiap manusia dimuka bumi. Kita juga yang akan menderita akibat bencana-bencana yang akan terjadi. Pemanasan global tidak hanya berdampak pada mencairnya es kutub, tetapi juga pada banyakanya nasi yang ada dalam piring kita dan banyaknya air yang ada dalam gelas kita. Tidak ada lagi kata “saya tidak terdampak, mengapa saya harus peduli”
Apakah ini berarti semua harapan telah sirna? Apakah ini berarti semua usaha akan berakhir sia-sia? Apakah sudah waktunya kita pasrah dan menikmati saja waktu yang tersisa selagi bisa? Jawabanya tidak, harapan masih ada. Masih ada waktu untuk berubah. Masih ada usaha yang bisa dilakukan untuk melawan.
Harapan adalah kunci dalam perjuangan. Kita tidak boleh merelakan harapan kita akan bumi yang masih bisa ditinggali. Meski proyeksi yang ada menunjukkan kegagalan negara-negara untuk menyelesaikan iklim ini, hal tersebut masih sebagai proyeksi. Masih ada waktu untuk merubah. Beberapa langkah kecil telah merangkak pada arah yang benar. Inovasi di bidang manufaktur untuk mengurangi emisi CO2 pun sudah mulai menjamur. Teknologi-teknologi pembangkit energi yang makin ramah lingkungan hampir banyak kita dapat temui. Beberapa politisi juga mulai sadar akan urgensi krisis ini. Anak-anak muda bahkan mulai bersuara mengenai krisis ini. Langkah-langkah kecil ini lah yang diharapkan dapat menghasilkan perubahan.
Saat ini, langkah-langkah kearah yang tepat sebenarnya belum cukup cepat. Namun, dengan semakin tingginya kesadaran mengenai isu ini, diharapkan menimbulkan perubahan-perubahan yang lebih besar. Saat ini, kemampuan bertahan hidup manusia sedang dipertanyakan? Akankah kita dapat terus hidup dan eksis? Atau justru kita akan binasa terinjak oleh alam? Pertarungan melawan perubahan iklim dan kerusakan alam seharusnya tidak lagi mengenai ekonomi. Pertarungan ini tidak lagi seharusnya mengenai politik. Pertarungan ini adalah penentu eksistensi manusia.
Antara hidup atau matiAntara ada atau binasa
¹ UN Environment Programme, 2021. Emmision Gap Report 2021.
² Climate Transparency 2021. "Climate Transparency Report 2021."
³ UN, 2021. Secretary-General Calls Latest IPCC Climate Report 'Code Red for Humanity', Stressing "Irrefutable" Evidence of Human Influence.

0 Komentar